Kamis, 2 Oktober 2014   |   Jum'ah, 7 Dzulhijah 1435 H
Wahai ananda elokkan sifat Luruskan hati terhadap sahabat Berlaku jujur dalam berbuat Supaya hidupmu tiada tersesat

Berita

13 mei 2009 01:16

Tujuh Sanggar Berlaga dalam Parade Tari

Tujuh Sanggar Berlaga dalam Parade Tari

Batam, Kep. Riau - Seketika sorak gemuruh para peserta dan pendukung Sanggar Tari Sri Setaman, membahana di BCS Mall Batam, Minggu (10/3). Mereka melompat kegirangan begitu dewan juri mengumumkan bahwa penari asal sanggar Sri Setaman menyabet dua gelar sekaligus, juara terbaik satu dan peserta dengan busana terbaik, dalam parade tari tingkat Kota Batam. Tampil pada urutan ketujuh tidak membuat delapan penari Sri Setaman hilang semangat. Meski beberapa penarinya sempat grogi karena disaksikan banyak orang, tarian yang berjudul Cermin Tekat berhasil mereka peragakan dengan baik. Mereka tampil kompak, bersemangat, lenggak-lenggok yang selaras dan harmonis dengan irama.

Tarian kreasi sendiri Sri Setaman ini berhasil menyingkirkan tarian ciptaan tujuh sanggar lannya yang jadi peserta dalam parade itu. Dengan prestasi itu, mereka berhak mewakili Batam dalam parade tari tingkat Provinsi Kepri di Tanjungpinang, 25 Juni mendatang.

Andi (23), seorang penari Sri setaman mengaku sangat senang bisa menjuarai parade tari tingkat kota Batam. Ajang ini sangat ditunggu-tunggunya bersama dengan teman-teman. Untuk bisa hapal dengan gerakan tari Cermin Tekat dan untuk menyesuaikan gerak dengan musik, ia mengaku harus bekerja keras selama 1,5 bulan bersama teman-temannya. "Setelah melalui perjuangan yang berat akhirnya kami bisa juga menjadi nomor satu di Batam. Saya sangat senang Pak. Tidak terasa perjuangan kami untuk latihan selama ini akhirnya terbukti juga. Kami akan terus belajar, semoga di tingkat provinsi nantinya kami bisa berprestasi," katanya.

Sementara tempat kedua diraih Sanggar Elang Perkasa dengan judul tari Congkak Betengkah, juara III  direbut Sanggar Medang Serai dengan tari Rempak, juara harapan 1 kembali diraih Sanggar Sri Setaman lewat tarian Badang dan Canang. Tempat terakhir atau harapan II diraih Sanggar Sakti 5 dengan judul tari Jongkrak. Dewan juri juga menetapkan Bety sebagai penata tari terbaik, dan Rika sebagai penata busana terbaik. Keduanya dari sanggar Sri Setaman. Sedangkan penata musik terbaik dipegang Ahmed Al Qudsi dari Sanggar Elang Perkasa.

Minggu kemarin merupakan hari kedua parade tari. Acara final ini digelar mulai pukul 14.00WIB ini dan mendapat perhatian besar dari pengunjung BCS Mall. Beberapa pengunjung seakan tidak bosan menonton kepiawaian para peserta melengak-lenggok di atas pentas. Samson Rambah Pasir, Kepala Seksi Kesenian dan Perfilman Dinas Pariwisata Pemko Batam mengatakan, acara seperti ini akan terus dilakukan untuk mengembangkan kesenian dan pariwisata daerah. Acara ini juga sebagai tindak lanjut pembinaan para penari di sanggar-sanggar yang ada di Batam.

Dewan juri dalam parade tari ini adalah para koreografer nasional yaitu, Suryaminsyah (Karimun), Indra Maulana (Tembilahan), dan Andi (Karimun). Aspek yang dinilai menyangkut koreografi (tata tari), komposisi, kreativitas, iringan musik dan tata rias/tata busana. Hadiah bagi juara I Rp 4 juta,  juara II Rp 3 juta, juara III Rp 2 juta. Sedangkan juara harapan I mendapatkan Rp 1,5 juta dan harapan II Rp1 juta. Masing-masing peserta juga diberikan piagam penghargaan.

Kepala Dinas Pariwisata, Raja Muchsin SE, parade tari tersebut juga sebagai tindak lanjut pembinaan terhadap para praktisi seni dan budaya khususnya budaya Melayu serta menjadi suguhan menarik bagi para wisatawan dalam upaya mensukseskan Visit Batam 2010. (ian/hat)

Sumber: http://tribunbatam.co.id
Kredit Foto: http://www.wisatamelayu.com

Dibaca : 2720 kali.


© 2010 Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Desktop version