Kamis, 30 Oktober 2014   |   Jum'ah, 6 Muharam 1436 H
Pasang pelita di malam hari Apinya terang tampak bersinar Orang berguna tahukan diri Hatinya lapang lakunya kasar

Berita

03 desember 2009 04:45

Diselipi Kritik Sosial, Senandung Semenanjung Pukau Penonton

Diselipi Kritik Sosial, Senandung Semenanjung Pukau Penonton

Tanjungpinang, Kepulauan Riau - Hanya diterangi oleh cahaya lampu dari bambu, Laksamana Hang Tuah dan Hang Jebat bertarung. Tarung kata-kata, suara lantang menggema. Hingga akhirnya Jebat mati terbunuh oleh keris Tuah.

Lakon Hang Tuah yang diperankan oleh Said Parman (SP) dan Hang Jebat oleh Ary Sastra tersebut mampu membuat penonton terpesona. Tidak saja karena tata cahaya yang unik, tapi juga oleh lakon dua laksamana tersebut.

Dari balik lakon Senandung Semenanjung tersebut, terselip kritik sosial dan pemerintahan. Namun disajikan dalam bingkai budaya Melayu yang unik dan menarik. Bahkan diselipkan komedi yang tak biasa.

Tak segan di tengah-tengah lakon, para pelakon mengulang adegan yang dipandang kurang pas. Hal tersebut sempat membuat penonton terheran karena tak biasa. Namun aksi Said Parman dan Ary Sastra tersebut benar-benar menuai tepuk tangan.

Muhtadi juga tampil tak kalah menarik. Meskipun arena lakon yang luas tersebut hanya dieksplor oleh tiga orang, namun penonton tak sekalipun merasa kosong. Irama musik serta backing vocal yang menarik menambah sempurna lakon puisi, drama dan musik yang digarap oleh Ary Sastra dari karya Wisran Hadi tersebut.

Arena yang memang dikonsep tanpa penonton undangan tersebut mampu menarik minat pengguna jalan di Depan Tugu Proklamasi, di Depan Gedung Daerah. Memang lakon malam itu dibuat layaknya teater jalanan.

Dalam kesempatan tersebut juga tampil para sastrawan Tanjungpinang. Di antaranya, Tedja, Gatot Winoto, Tusiran Suseno, Efiyar, Huznizar dan Suryatati A Manan.

Pada malam tersebut juga dilantik Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang yang diketuai oleh Said Parman. Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan menyambut baik acara tersebut.

‘’Acaranya unik dan menarik. Saya lihat tak mengeluarkan biaya besar. Bagus kalau Dewan Kesenian buat acara serupa secara berkala dengan tema yang berbeda-beda. Saya rasa ini dapat semakin membangkitkan seni dan budaya di Tanjungpinang,’’ ujar Tatik. (opi)

Sumber: http://tribunbatam.co.id

Dibaca : 2888 kali.


© 2010 Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Desktop version