Jumat, 19 September 2014   |   Sabtu, 24 Dzulqaidah 1435 H
Apabila sampan sudah berlayar Ombak datang pasti ditempuh Apabila iman sudah mengakar Cobalah datang hatinya teguh

Sastra Melayu

Seni Tenun

Seni Tenun merupakan hasil kerajinan manusia di atas bahan kain yang terbuat dari benang, serat kayu, kapas, sutra dan lain-lain, dengan cara memasukkan pakan secara melintang pada lungsin, yakni jajaran benang yang terpasang membujur. Kualitas sebuah tenunan biasanya dinilai dari mutu bahan, keindahan tata warna, motif dan ragi hiasannya. Seni tenun ini berkaitan erat dengan sistem pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan alam dan sistem organisasi sosial masyarakat pemilik budaya pertenunan tersebut. Karena sistem di atas berbeda antara masyarakat satu dengan  lainnya, maka, seni pertenunan  masing-masing juga berbeda.

Sebagai bagian dari sistem budaya di masyarakat, hasil tenun berkaitan dengan aspek estetis, upacara adat, religi dan simbol status. Corak ragi tertentu biasanya mengandung makna tertentu pula. Oleh sebab itu, seni tenun suatu masyarakat selalu bersifat partikular (khas) dan bagian dari representasi budaya masyarakat tersebut, termasuk masyarakat Melayu. Dalam masyarakat Melayu, hasil tenun yang berupa pakaian berfungsi untuk menutup malu, menjemput budi, menjunjung adat dan menolak bala. Dari sini, bisa dilihat kuatnya muatan adat, agama, etis dan estetis pada pakaian. Oleh karena itu, ada ungkapan pantang memakai memandai-mandai. Kekhasan tenun Melayu terutama tampak dalam corak dan ragi yang terinspirasi oleh tumbuhan (bunga, kuntum, pucuk rebung, daun, buah dan akar), hewan, benda angkasa, kaligrafi dan dari bentuk tertentu, seperti lentik bersusun, bintang-bintang, lengkung anak bulan dsb. Dalam portal ini, seni tenun tersebut akan dibahas berdasarkan daerah yang terdapat dalam kawasan Melayu.

  1. Tenun Siak Kain Tradisional Riau.
  2. Tenun Bengkalis (dalam proses penulisan).
  3. Tenun Indragiri (dalam proses penulisan).
  4. Tenun Songket Silungkang (Sumatera Barat).
  5. Tenun Songket Palembang (Sumatera Selatan).
  6. Tenun Songket Pandai Sikek (Sumatera Barat - Indonesia).
  7. Tenun Buton.
  8. Tenun Sambas
    Kain Tradisional Kalimantan Barat
    .
  9. Tenun Doyo: Kain Tradisional Suku Dayak Benuaq, Kalimantan Timur.
  10. Tenun Bugis Pagatan, Kalimantan Selatan.
  11. Ragam Hias Kain Tenun di Sulawesi Selatan.
Dibaca : 28.493 kali.

Komentar untuk ''a3s3ind s10seni tenun s3eng s7weaving s2fr s14art de tissage ''

Berikan komentar anda

Masukkan teks dan angka yang terdapat pada gambar di samping pada kotak di bawahnya. Bedakan penulisan huruf kecil dan huruf besar (kapital)

© 2010 Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Desktop version