Jumat, 28 November 2014   |   Sabtu, 5 Shafar 1436 H
Kalau ke teluk memukat Tali temali kita kokohkan Kalau duduk mencari mufakat Iri dan dengki kita jauhkan

Sejarah Melayu

Prasasti Kedukan Bukit

a:3:{s:3:

Prasasti ini merupakan prasasti pertama yang memuat nama Sriwijaya. Ditemukan di Kedukan Bukit, di tepi Sungai Tatang, Palembang, Sumatera Selatan pada akhir Desember 1920 M. Prasasti ini berangka tahun 605 Caka (bersamaan dengan tahun 683 M). Huruf yang dipergunakan adalah huruf Pallawa, dengan bahasa Melayu Kuno.

Prof. Dr. Purbatjaraka menerjemahkan tulisan pada prasasti tersebut sebagai berikut:

Selamat, tahun Caka telah berjalan 605. Tanggal 11

paro terang bulan Waicaka, Yang dipertuan Hyang naik di

perahu melakukan perjalanan suci. Pada tanggal 7 paro terang

bulan Jyestha, Yang Dipertuan Hyang berangkat dari Minanga

Tamwan membawa bala (tentara) dua puluh ribu, dengan peti

dua ratus, berjalan di perahu, dengan jalan (darat) seribu

tiga ratus sepuluh dua banyaknya. Datang di Matayap (?)

Bersuka cita pada tanggal lima bulan

(dengan) mudah dan senang datang membuat kota ...

Sriwijaya (dapat)  menang  karena  perjalanan  suci (yang menyebabkan) kemakmuran

Di antara poin-poin yang harus diperhatikan dalam prasasti ini adalah:

  1. Bahwa tempat dimana Dapunta Hyang berangkat dengan membawa tentaranya yang berjumlah 20.000 orang adalah Minanga Tamwan.
  2. Bahwa jumlah bala tentara Dapunta Hyang yang berangkat dengan perahu adalah 20.000 orang, sedangkan yang berjalan kaki adalah 1.312 orang.
  3. Bahwa tujuannya adalah membuat kota.
Kredit foto : forum.cari.com.my
Dibaca : 14.255 kali.

Komentar untuk ''prasasti kedukan bukit''

  Wahyunah Halim Rouquette 12 Jan 2010
Yth, Pendiri Melayu Online, Bapak Mahyudin S.H. Sebelumnya saya minta maaf kalau pertanyaan saya ini salah. Apakah Bapak putra dari Pakcik Mudra yang saya kenal ketika saya masih tinggal dengan Nenek saya H. Hadijah di Kebon Kacang 111/80, Jakarta. Seingat saya sekitar tahun 1960 Pacik Mudra mempunyai hubungan dagang yg erat dengan Nenek saya. Melihat tempat kelahiran Anda di Tembilahan dan wajah Anda mengingatkan saya kepada Pakcik Mudra. Terima kasih sebelumnya atas jawaban Anda. Wassalam wr wb Wahyunah Halim Rouquette (Yunah) Terima kasih sebelumnya at

Berikan komentar anda

Masukkan teks dan angka yang terdapat pada gambar di samping pada kotak di bawahnya. Bedakan penulisan huruf kecil dan huruf besar (kapital)

© 2010 Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Desktop version